
Peduli pada Kesehatan Mata, FK UKDW Adakan Screening Retina
[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.27.4″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_row column_structure=”1_3,1_3,1_3″ _builder_version=”4.27.4″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”1_3″ _builder_version=”4.27.4″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_image src=”https://ukdw.my.id/wp-content/uploads/2025/04/WhatsApp-Image-2025-04-09-at-15.39.50-scaled-1.jpeg” title_text=”WhatsApp Image 2025-04-09 at 15.39.50″ show_in_lightbox=”on” _builder_version=”4.27.4″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][/et_pb_image][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_3″ _builder_version=”4.27.4″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_image src=”https://ukdw.ac.id/wp-content/uploads/2025/04/Screenshot-289.png” title_text=”Screenshot (289)” show_in_lightbox=”on” _builder_version=”4.27.4″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][/et_pb_image][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_3″ _builder_version=”4.27.4″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_image src=”https://ukdw.my.id/wp-content/uploads/2025/04/WhatsApp-Image-2025-04-09-at-15.39.41-scaled-1.jpeg” title_text=”WhatsApp Image 2025-04-09 at 15.39.41″ show_in_lightbox=”on” _builder_version=”4.27.4″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.27.4″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.27.4″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_text _builder_version=”4.27.4″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ global_colors_info=”{}” sticky_enabled=”0″]
Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengadakan pemeriksaan retina mata pada hari Senin, 24 Maret 2025 di Gedung Makarios UKDW. Pemeriksaan yang diikuti oleh civitas academica UKDW ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga kondisi retina mata. Pemeriksaan retina menggunakan alat bernama Airdoc Retina AI Screener, yang didesain dengan artificial intelligence (AI). Alat ini digunakan untuk mendeteksi risiko adanya penyakit kronis seperti diabetes retinopati, hipertensi, dan penyakit lainnya, dengan menandai abnormalitas pada retina.
Dalam pelaksanaannya, FK UKDW bekerjasama dengan Kalbe Farma dan Rumah Sakit Bethesda yang mendukung jalannya proses pemeriksaan. Setelah pemeriksaan, peserta bisa berkonsultasi dengan dr. Edy Wibowo, Sp. M(K)., MPH, Dokter Mata RS Bethesda, terkait kondisi retina.
Airdoc Retina AI Screener dinilai sangat efektif dalam membantu tenaga kesehatan, khususnya saat melakukan pemeriksaan, sehingga proses pemeriksaan lebih efisien. “Alat ini digunakan untuk memfoto retina pasien yang terhubung dengan AI kemudian menghasilkan diagnosis kondisi retina tanpa memerlukan kehadiran dokter secara langsung. Alat ini merupakan inovasi baru dalam dunia kesehatan,” ujar dr. Edy.
Kalbe Farma, salah satu perusahaan penyedia layanan kesehatan terbesar di Indonesia, saat ini sedang fokus pada permasalahan atau penyakit pada retina mata. Dimana penyakit ini merupakan penyakit terbanyak kedua setelah katarak. Kalbe Farma dan RS Bethesda berkolaborasi untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan mata dengan mengadakan pemeriksaan retina secara gratis.
Menurut Bapak Dito, perwakilan dari Kalbe Farma, alat yang digunakan sudah dirancang untuk dapat menyesuaikan kondisi retina yang diperiksa sehingga hasil yang keluar memiliki kecocokan tinggi dengan hasil diagnosis dokter, kurang lebih 95%. “Dari skrining ini akan terlihat hasilnya, apakah hasilnya baik-baik saja atau berisiko, atau memang sudah terindikasi. Selanjutnya dr.Edy dapat membaca hasil diagnosis untuk mengetahui kondisi retina pasien dan memberikan solusinya,” ungkapnya. Alat ini diharapkan bisa beredar di Indonesia dalam jumlah yang banyak untuk membantu skrining atau pemeriksaan, terutama masalah kesehatan retina mata.
Peserta yang mengikuti pemeriksaan ini memiliki latar belakang berbeda-beda yang mendasari mereka untuk melakukan pemeriksaan ini. Mulai dari yang merasa sudah bermasalah dengan matanya, memiliki riwayat penggunaan obat yang berpengaruh terhadap kondisi mata, atau hanya sekedar ingin memeriksa kondisi mata. Sensasi yang dirasakan ketika pemeriksaan juga menjadi hal baru bagi peserta. Pemeriksaan dan konsultasi yang diadakan secara gratis ini juga menjadi nilai tambah untuk menarik banyak peserta mengikutinya, sehingga sasaran yang direncanakan juga tercapai dengan sangat baik.
Pemeriksaan kesehatan retina mata yang menggunakan alat berbasis AI dapat menjadi gebrakan baru bagi dunia kesehatan dan teknologi, agar Indonesia dapat semakin maju dengan memanfaatkan kesempatan ini. Penggunaan alat-alat canggih dapat membantu segala keperluan kesehatan untuk menjadi lebih mudah diakses dan digunakan. [agnes]
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]



