
UKDW Menjadi Tuan Rumah ATESEA Doctoral Colloquium 2025
Yogyakarta – Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) kembali menunjukkan perannya sebagai dalam dialog akademik teologis global dengan menjadi tuan rumah ATESEA Doctoral Colloquium 2025. Kegiatan ini diselenggarakan pada 24–26 Juni 2025, merupakan bentuk kerja sama dengan Association for Theological Education in Southeast Asia (ATESEA), dan mempertemukan mahasiswa doktoral dari berbagai sekolah teologi anggota ATESEA dengan para akademisi terkemuka dari Asia dan Amerika Utara.Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan lokasi utama di RPCB Syantikara, Yogyakarta, serta akses daring bagi peserta dan responden yang berada di luar Yogyakarta.
Doctoral Colloquium merupakan salah satu program utama ATESEA dalam memperkuat pengembangan kapasitas dosen dan keunggulan akademik di bidang teologi. Melalui forum ini, mahasiswa doktoral memiliki kesempatan untuk mempresentasikan perkembangan disertasi mereka, menerima masukan dari para pakar, dan memperdalam riset mereka dalam ranah studi masing-masing. Kolokium ini mendorong terjadinya pertukaran ilmu dan pemikiran para akademisi dalam ranah global serta semangat dialog kontekstual dan transformatif.
Sebanyak 16 mahasiswa doktoral dari sekolah-sekolah anggota ATESEA terlibat sebagai presenter dalam kolokium ini. Mereka menyampaikan perkembangan riset disertasinya kepada para responden ahli dari Asia dan Amerika Utara yang telah diundang secara khusus untuk memberikan tanggapan akademik yang tajam dan memperkaya.
Direktur Eksekutif ATESEA, Limuel Equina, menegaskan bahwa kolokium ini bertujuan untuk menciptakan ruang pertumbuhan bagi mahasiswa tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam membentuk kepemimpinan teologis masa depan. “Melalui kolokium ini, kami berharap para peserta dapat membagikan kemajuan riset mereka, menerima masukan dari dosen tamu dan sesama mahasiswa, serta memperkuat jejaring mereka dengan para sarjana Asia,” ujar Equina. “Kami percaya bahwa mahasiswa ini nantinya akan menjadi pemimpin yang membawa semangat teologi kontekstual dan transformatif bagi seminari, gereja, dan komunitas.”
Tahun ini, ATESEA secara khusus berterima kasih kepada UKDW Yogyakarta yang menjadi tuan rumah kolokium. Fakultas Teologi UKDW, di bawah kepemimpinan Prof. Robert Setio dan koordinasi Dr. Paulus Widjaja, mendapatkan apresiasi atas kerja profesional dan kesiapan yang matang dalam menyelenggarakan acara berskala internasional ini.
Kolaborasi dengan Association of Theological Schools (ATS) dari Amerika Serikat dan Kanada juga menjadi komponen penting dalam pelaksanaan kolokium. Dr. Lester Edwin Ruiz, Direktur Akreditasi dan Keterlibatan Global ATS, memainkan peran sentral dalam menghubungkan ATESEA dengan para responden ahli dari Amerika Utara dan turut hadir secara langsung di Yogyakarta. Dukungan dari para akademisi Asia juga diperkuat oleh keterlibatan Prof. Menghun Goh dari Taiwan Graduate School of Theology dan Prof. Tobias Brandner dari Divinity School, Chung Chi College, Chinese University of Hong Kong, yang membantu merekomendasikan penanggap dari kawasan Asia.
Beberapa responden hadir langsung di UKDW, seperti Dr. Simon Chan, mantan profesor teologi dari Trinity Theological College, Singapura, dan mantan Editor Asia Journal of Theology; Dr. Lester Edwin Ruiz dari ATS; serta Prof. Robert Setio dari UKDW. Kehadiran mereka memberikan kesempatan langka bagi para mahasiswa untuk berdialog secara langsung dengan para pemikir teologi kelas dunia.
Dalam sambutannya, Prof. Robert Setio menegaskan pentingnya riset teologi yang responsif terhadap tantangan zaman. Ia menyampaikan bahwa teologi bukan hanya soal akademik, tetapi juga panggilan spiritual yang berakar pada konteks. “Penelitian teologis hari ini harus menjadi respons yang kritis dan penuh harapan atas realitas dunia yang sedang terluka. Kami berharap kolokium ini menjadi ruang refleksi dan pertumbuhan yang tulus dan mendalam,” ungkapnya.
Selain dihadiri secara langsung, kolokium ini juga dibuka secara daring bagi siapa saja yang tertarik untuk mengikuti dan mengamati proses akademik teologis ini. Kehadiran peserta online menunjukkan semangat inklusif dan keterbukaan terhadap komunitas akademik yang lebih luas.
Dengan kolokium ini, UKDW dan ATESEA menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendorong riset teologi yang kontekstual, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi gereja dan masyarakat. ATESEA berharap kolokium ini akan terus menjadi wadah penting dalam membentuk generasi pemikir teologi yang relevan, berintegritas, dan mampu memimpin dalam dunia yang kompleks. [drr]







