
Gali Jiwa Wirausaha Mahasiswa: ECS 3 UKDW Hadirkan Praktisi hingga Founder Sukses
Centre of Entrepreneurship and Innovation (Centrino) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) sukses menggelar Entrepreneurship Clinic Session (ECS) 3 pada 19–20 Agustus dan 3 September 2025. Program ini merupakan bagian dari pembinaan intensif bagi mahasiswa penerima hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025, sekaligus terbuka untuk publik yang ingin memperkuat kompetensi wirausaha.
ECS 3 dibuka oleh Dr. Parmonangan Manurung, S.T., M.T., IAI., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Informasi, dan Inovasi UKDW. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa semangat kewirausahaan merupakan pilar penting dalam mewujudkan visi UKDW SERU (Sustainable Entrepreneurial Research University).
“Entrepreneurship bukan hanya tentang menciptakan bisnis, tapi juga tentang membangun pola pikir inovatif, kreatif, dan mandiri. Kami ingin mahasiswa menjadi agen perubahan yang berani menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.
Branding sebagai Jiwa Usaha
Sesi pertama ECS 3 menghadirkan Ign. Agus Putranto, M.Si., pakar komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Mengangkat topik “Branding Strategy – Branding is Soul”, Agus menekankan bahwa branding bukan sekadar tampilan visual, tetapi merupakan identitas dan jiwa dari sebuah usaha. “Brand adalah simbol dan nilai yang membentuk kepercayaan konsumen. Tanpa jiwa, brand tidak akan punya kekuatan untuk bertahan,” tegasnya.
Membangun Ekosistem yang Kolaboratif
Dilanjutkan pada 20 Agustus 2025, ECS 3 menghadirkan Cretta Cucu Abdulah, CEO Seruni Audio, dengan materi “Ekosistem Kewirausahaan”. Cucu menggarisbawahi pentingnya jejaring dan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bisnis. “Wirausaha tidak bisa tumbuh sendirian. Ia membutuhkan lingkungan yang saling mendukung, dari pemerintah, kampus, hingga komunitas,” jelasnya.
Cucu juga menyoroti tiga peran utama ekosistem kewirausahaan: pendorong pertumbuhan ekonomi, pencetus inovasi, dan pemberdaya masyarakat berbasis kearifan lokal. Sesi ditutup dengan mentoring interaktif untuk peserta.
Founder Sharing – Belajar dari Praktik Nyata
Pada 3 September 2025, ECS 3 ditutup dengan sesi inspiratif dari Michael Adhika Damarsasi, Founder Abhinaya Watch. Dalam sesi Founder Sharing, Dika berbagi pengalaman membangun usaha dari nol, hingga lolos tiga kali berturut-turut dalam kompetisi hibah kewirausahaan nasional. “Validasi produk, pengelolaan dana hibah, dan konsistensi inovasi adalah kunci keberlangsungan usaha,” katanya.
Mendorong UKDW sebagai Inkubator Kewirausahaan
Kepala Centrino, dr. Haryo Dimasto Kristiyanto, S.S., M.Sc., menyampaikan bahwa ECS 3 adalah langkah konkret UKDW dalam membentuk ekosistem kewirausahaan kampus yang strategis.
“Kami berharap ECS tidak hanya melahirkan usaha baru, tetapi juga memperkuat budaya kewirausahaan di UKDW dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia,” pungkasnya.
Centre of Entrepreneurship and Innovation (Centrino) merupakan unit yang bergerak dalam pengembangan kewirausahaan dan inovasi di UKDW. Program-program Centrino dirancang untuk menumbuhkan jiwa wirausaha yang kreatif, adaptif, dan berdampak sosial. [amp]




