
Donor Darah: Kita Sehat, Orang Lain Selamat
Yogyakarta – Donor darah merupakan contoh kegiatan sederhana yang memiliki dampak luar biasa. Banyak pasien dengan kondisi seperti anemia, pasien kecelakaan, pasien operasi, ibu melahirkan hingga kanker maupun gangguan pembekuan darah yang membutuhkan donasi darah dari orang lain untuk menyelamatkan nyawanya. Menurut data PMI, kebutuhan darah nasional bisa mencapai 5.6 juta kantong per tahun namun ketersediaan stok darah masih belum terpenuhi sekitar 20% dan bervariasi di setiap daerah. Oleh karena itu, kesadaran akan manfaat dan pentingnya donor darah perlu diketahui oleh masyarakat.
Di dunia kedokteran, saat seseorang mendonorkan darahnya, ada beberapa komponen darah yang kemudian dapat ditransfusikan ke penerima, yaitu sel darah merah, trombosit atau keping darah dan plasma. Sel darah merah atau eritrosit yang berguna untuk menaikkan hemoglobin pada pasien dengan gejala anemia seperti pada pasien thalassemia, leukemia maupun anemia karena sebab lain. Trombosit ditransfusikan pada pasien yang mengalami penurunan jumlah trombosit seperti kanker, demam berdarah atau kondisi lain. Plasma mengandung faktor pembekuan yang diberikan pada pasien yang mengalami gangguan hati ataupun perdarahan. Whole blood atau darah utuh dapat digunakan pada kondisi darurat tertentu, meskipun sudah jarang dilakukan dan perlu menimbang besarnya manfaat dibandingkan risiko yang ditimbulkan.
Donor darah tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga bermanfaat bagi pendonor. Setelah donor, tubuh akan terpicu untuk memproduksi sel darah baru yang dapat berkontribusi pada peredaran darah yang lebih sehat. Donor juga membantu menurunkan kadar zat besi yang berlebihan. Donor darah juga aman secara prosesnya karena menggunakan peralatan seperti jarum dan kantong darah yang steril dan sekali pakai dan volume darah hanya berkisar 350 cc untuk sekali donor.
Setiap pendonor mendapat kesempatan untuk pemeriksaan sederhana sebelum donor, seperti cek tekanan darah, berat badan, kadar hemoglobin hingga skrining penyakit menular lewat transfusi darah seperti hepatitis B dan C, HIV dan sifilis. Dengan begitu, donor darah juga bisa menjadi sarana deteksi dini kesehatan. Selain itu donor darah juga dapat berkontribusi menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko masalah kesehatan seperti serangan jantung dan stroke.
Manfaat lainnya yakni efek positif bagi pikiran. Banyak orang merasa lebih bahagia dan tenang setelah mampu mendonorkan darah karena tahu tindakannya bermanfaat langsung bagi orang lain. Donor darah juga meningkatkan rasa solidaritas dan kepedulian sosial di masyarakat.
Proses donor darah sangat mudah dan aman, hanya dengan 10–15 menit dan satu kali donor darah bisa diolah menjadi tiga produk darah. Syarat bagi anda yang akan mendonorkan darah adalah usia 17-60 tahun, berat badan minimal 45 kg, sehat secara jasmani, tidak mengkonsumsi obat-obatan jenis tertentu, tidak sedang hamil atau menyusui dan kadar hemoglobin berkisar 12.5-17 g/dL. Beberapa kondisi yang menjadi kontraindikasi donor darah juga akan dikonfirmasi. Setelah proses donor, disarankan istirahat terlebih dulu, minum air putih yang cukup dan konsumsi makanan bergizi. Idealnya, seseorang dapat mendonorkan darah setiap 3 bulan sekali (untuk donor whole blood dan sel darah merah). Proses donor darah dapat dilakukan dengan datang ke PMI maupun Unit Transfusi Darah RS setempat ataupun pada kegiatan donor darah massal yang sering kali diadakan di lingkungan maupun kegiatan umum.
Tindakan sederhana dari kita dapat berarti kehidupan bagi orang lain. Oleh karena itu, mari jadikan donor darah sebagai kebiasaan sehat dan wujud nyata kepedulian kita terhadap sesama.
Oleh: dr. Pradita Sri Mitasari, M.Med.Sc., Sp.PK
Telah terbit di Kedaulatan Rakyat pada tanggal 24 September 2025.


