
FTI UKDW dan HIPMI DIY Berkolaborasi Kuatkan UMKM Melalui Transformasi Digital
Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Duta Wacana (FTI UKDW) resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD HIPMI DIY) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung pada Selasa, 5 Agustus 2025 di Ruang Firewall FTI UKDW. Kerja sama ini mengusung tema “Sinergi Industri & Universitas untuk Penguatan UMKM melalui Transformasi Digital”.
Penandatanganan dokumen kerja sama ini dilakukan oleh Dekan FTI UKDW, Restyandito, S.Kom., MSIS., Ph.D, dan perwakilan dari BPD HIPMI DIY, Roviandi Deska Putra selaku Sekretaris Umum. Penandatanganan ini menandai dimulainya kolaborasi antara dunia akademik dan dunia usaha yang bertujuan untuk memberdayakan UMKM melalui pendekatan teknologi yang aplikatif dan berkelanjutan.
Dari pihak HIPMI DIY, turut hadir beberapa pengurus inti, di antaranya Yosep Andi Setyawan selaku Ketua Bidang I – Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi, Gede Sangu Gemi selaku Wakil Sekretaris Umum Bidang IX – UMKM, Koperasi, dan Kewirausahaan, Anjar Pri Hatanto Pamilih selaku Ketua Bidang IX – UMKM, Koperasi, dan Kewirausahaan, dan Rr. Febylia Wahyu Shinta Dewi selaku Sekretaris Eksekutif BPD HIPMI DIY. Sementara dari UKDW, acara ini juga dihadiri oleh para pimpinan dan dosen FTI, yakni Halim Budi Santoso, Kaprodi Sistem Informasi, Joko Purwadi, Kaprodi Informatika, Matahari Bhakti Nendya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Andhika Galuh Prabawati, Koordinator Kerja Praktik Prodi Sistem Informasi, dan Dr. Phil. Lucia Dwi Krisnawati, Kepala Biro Kerjasama dan Relasi Publik.
Dalam sambutannya, Yosep Andi Setyawan menyampaikan bahwa HIPMI DIY saat ini tengah memperluas kerja sama lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi dalam bidang teknologi informasi sangat penting untuk menciptakan iklim usaha yang lebih adaptif dan progresif. Ia menegaskan bahwa sinergi dengan dunia akademik dapat menghasilkan proyek-proyek unggulan dalam transformasi digital yang memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM.
Menanggapi hal tersebut, Restyandito menyampaikan bahwa FTI UKDW berkomitmen tidak hanya dalam pembekalan akademik, tetapi juga dalam pengembangan soft skills dan pengalaman industri bagi mahasiswa. Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu mendapatkan akses langsung pada dunia usaha agar wawasan mereka menjadi lebih aplikatif. Dalam konteks ini, keberadaan HIPMI sebagai komunitas pelaku usaha muda dapat menjadi mitra strategis yang saling memperkaya. Restyandito juga berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoA, tetapi berkembang menjadi berbagai kegiatan riil yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan pelaku usaha secara langsung.
Diskusi dalam pertemuan tersebut mengungkapkan berbagai peluang dan kebutuhan kolaboratif. Dari pihak HIPMI, terdapat kebutuhan mendesak dalam pendampingan UMKM, terutama dalam aspek digitalisasi yang masih menjadi tantangan besar. Banyak UMKM yang belum memiliki profil digital yang sistematis dan belum mampu mengoptimalkan teknologi dalam pengelolaan usaha. Selain itu, HIPMI juga membutuhkan dukungan tenaga dari mahasiswa dalam kerja praktik serta pengembangan modul pelatihan dan simulasi bagi pengurus koperasi dan UMKM.
FTI UKDW menanggapi kebutuhan ini dengan kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang teknologi informasi. Para dosen dan mahasiswa dapat berperan dalam pengembangan perangkat lunak, instalasi jaringan, analisis data penjualan, hingga pengembangan aplikasi berbasis Android. Beberapa riset dosen bahkan telah memasuki tahap hilirisasi dan siap digunakan oleh masyarakat. FTI juga membuka ruang untuk pelatihan atau workshop bagi pelaku usaha, yang dapat diisi oleh dosen maupun mahasiswa, serta memberi kesempatan bagi HIPMI untuk mengisi kelas sebagai praktisi mengajar.
Salah satu ide menarik yang muncul dalam diskusi adalah rencana pembukaan co-working space bersama sebagai ruang kolaborasi antara FTI dan HIPMI DIY. Selain itu, HIPMI juga membuka kemungkinan untuk mendukung kegiatan seperti kompetisi mahasiswa dalam ajang SYSFEST yang akan digelar pada November 2025. Ada pula rencana pendampingan koperasi Merah Putih, pengembangan start-up baru bersama, hingga penciptaan template proses bisnis untuk UMKM dari berbagai sektor.
Melalui penandatanganan kerja sama ini, FTI UKDW dan BPD HIPMI DIY berkomitmen untuk mendorong transformasi digital UMKM secara konkret dan berkelanjutan. Sinergi antara institusi pendidikan dan komunitas pengusaha muda ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi, pemberdayaan, dan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif. [lia]





