
Mahasiswa Desain Produk UKDW Raih Dua Penghargaan di Ajang IIDSA 2025
Program Studi (Prodi) Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) kembali menorehkan prestasi pada ajang Indonesia Industrial Design Student Award (IIDSA) ke-6 yang digelar pada 9–11 Oktober 2025 di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bali.
Mengusung tema “Designing with Evidence, Innovating with Insight”, IIDSA menjadi ajang tahunan bergengsi berskala nasional yang mempertemukan mahasiswa Desain Produk dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi yang diselenggarakan Forum Program Studi Desain Produk Indonesia (ADPII) ini bertujuan mendorong mahasiswa merancang solusi desain berbasis riset, empati, dan dampak sosial.
Tahun ini, sebanyak 27 program studi Desain Produk berpartisipasi, masing-masing mengirimkan maksimal tiga karya terbaik untuk dikurasi oleh dewan juri nasional. Dari UKDW, dua karya dinyatakan lolos kurasi dan berhasil menjadi pemenang di kategori berbeda.
Karya pertama berjudul Light from Waste, hasil Tugas Akhir mahasiswa angkatan 2020, Hana Mulyana. Lampu hias ini dibuat dari limbah keramik yang diolah menjadi elemen dekoratif bernilai estetika sekaligus fungsional. Karya tersebut menyoroti isu lingkungan serta potensi material sisa sebagai sumber inovasi desain baru. Light from Waste berhasil meraih penghargaan terbaik dalam kategori “Craft-Based Design Solution.”
Karya kedua, Gelas Ukur Inklusif, dirancang oleh Vanessa Alvenia Hartono, Shania Agustine Kartika Dewi Abiel Utomo, dan Yehezkiel Robert Pratama, mahasiswa angkatan 2022. Produk ini merupakan luaran Mata Kuliah Desain Produk Inklusif (semester 6). Gelas Ukur Inklusif dirancang agar semua pengguna, termasuk tunanetra, dapat mengukur air dengan mudah dan aman melalui sistem sederhana berbasis indera peraba. Karya ini memenangkan kategori “Design with Special Purpose.”
Menurut Winta Satwikasanti, dosen pembimbing sekaligus staf pengajar Desain Produk UKDW, capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UKDW memiliki potensi besar dalam menghadirkan solusi desain yang mengakar pada nilai kemanusiaan dan keberagaman pengguna. “Kami mendorong mahasiswa melihat desain tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga fungsi sosial. Karya seperti Light from Waste dan Gelas Ukur Inklusif menunjukkan bahwa desain mampu menjembatani kreativitas, empati, dan kebutuhan masyarakat,” ujar Winta.
Ia menambahkan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi nasional seperti IIDSA membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami standar profesional dan memperluas jejaring di dunia desain. “Kompetisi ini menjadi sarana pembelajaran penting. Mahasiswa belajar bagaimana ide mereka dikurasi secara objektif oleh para ahli, sekaligus memperkenalkan potensi Desain Produk UKDW di tingkat nasional,” katanya.
IIDSA 2025 menjadi wadah apresiasi, pembelajaran, dan kolaborasi bagi mahasiswa Desain Produk dari seluruh Indonesia. Ajang ini tidak hanya menampilkan karya estetis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana desain memberi dampak sosial, budaya, dan lingkungan.
Keberhasilan mahasiswa Desain Produk UKDW dalam kompetisi ini membuktikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan desain inklusif, inovatif, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan. Prestasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen UKDW dalam mendukung pengembangan desainer muda yang kreatif dan peka terhadap tantangan serta kebutuhan masyarakat masa kini. [VAH&SAK]





