
Program BIPA UKDW 2026: Mahasiswa Amerika Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) memperkuat peran internasionalnya melalui implementasi Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk kegiatan Study-Service Term (SST) 2026 dari Goshen College, Amerika Serikat. Program ini menegaskan komitmen UKDW dalam menghadirkan pembelajaran bahasa Indonesia yang kontekstual dan berbasis pengalaman.
Melalui Pusat Pelatihan Bahasa (PPB), UKDW merancang program intensif yang berlangsung pada 12 Januari–13 Februari 2026. Tim pengajar melaksanakan 17 sesi kelas berdurasi 120 menit untuk memperkuat keterampilan berbicara dan menyimak mahasiswa.
Selain pembelajaran kelas, UKDW mengintegrasikan program language buddies dengan durasi hingga 12 jam. Skema ini memberi ruang praktik bahasa secara autentik di luar kelas. Sebanyak 11 mahasiswa peserta dibagi ke dalam dua kelas berdasarkan tingkat kemahiran guna memastikan pembelajaran lebih terarah dan efektif.
UKDW juga menghadirkan pengalaman belajar berbasis praktik. Pada 20 Januari 2026, tim fasilitator menyelenggarakan kelas memasak. Mahasiswa memasak nasi goreng, membuat telur dadar, dan meracik wedang serai jahe sambil mempraktikkan kosakata bahan, alat, dan instruksi memasak.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar secara langsung dan menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks nyata. Aktivitas tersebut sekaligus memperkaya pemahaman ungkapan sehari-hari dan kalimat imperatif.
Selanjutnya, mahasiswa berlatih bertransaksi di toko dan kafetaria kampus UKDW. Mereka menanyakan harga, memesan makanan, dan menyampaikan preferensi dalam bahasa Indonesia. Kegiatan ini meningkatkan kelancaran berbicara serta rasa percaya diri dalam situasi komunikasi spontan.
Program language buddies menjadi salah satu kontribusi strategis UKDW. Mahasiswa pendamping membantu peserta berlatih bahasa dalam suasana informal dan suportif. Umpan balik menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi serta peningkatan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan bahasa Indonesia.
Di akhir program, UKDW melakukan evaluasi akademik. Hasilnya menunjukkan program berjalan efektif, meski sebagian mahasiswa menilai materi tata bahasa cukup menantang dalam durasi singkat. Sebagai tindak lanjut, PPB akan menyesuaikan komposisi materi agar lebih seimbang antara tata bahasa dan pengayaan kosakata.
Secara keseluruhan, pelaksanaan BIPA SST 2026 mempertegas kontribusi UKDW dalam pendidikan bahasa dan kerja sama global. Melalui desain program yang terstruktur, pendekatan kontekstual, dan dukungan mahasiswa pendamping, UKDW tidak hanya mengajarkan bahasa Indonesia, tetapi juga membangun jembatan pemahaman lintas budaya. [adaninggar]




