
UKDW Gandeng INAmikro Dorong Pemberdayaan UMKM Berbasis Edukasi dan Inovasi
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) resmi menjalin kerja sama dengan PT Mikobisnis Digital Sejahtera (INAmikro) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kampus UKDW pada Rabu, 22 Januari 2026.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UKDW bersama Direktur INAmikro, sementara PKS ditandatangani oleh Dekan Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) UKDW dengan Direktur INAmikro. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang kini memasuki tahap implementasi. Menurutnya, kolaborasi ini sejalan dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, sekaligus menjadi kontribusi nyata UKDW dalam peningkatan ekonomi dan pendidikan masyarakat.
“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berdampak di lingkungan kampus, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui kemitraan ini, perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam mendorong pemberdayaan ekonomi dan pengembangan kapasitas UMKM,” ujar Rektor UKDW.
Kolaborasi ini direncanakan dapat melibatkan berbagai fakultas di lingkungan UKDW dan terbuka untuk dikembangkan ke bidang lain seperti bisnis, teknologi informasi, digital humanities, termasuk bioteknologi, seiring dengan berkembangnya mitra INAmikro di sektor perikanan.
Direktur INAmikro, Debby R. Sianturi, menyampaikan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan. INAmikro sendiri telah menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas sejak 2020 serta terlibat dalam berbagai program nasional pemberdayaan masyarakat.
“Saat ini kami mendapat penugasan untuk menjalankan pilot project pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kebumen. Melalui kerja sama dengan kampus, kami berharap riset dan inovasi yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti secara nyata untuk membantu masyarakat keluar dari garis kemiskinan,” jelas Debby.
Ia menambahkan, INAmikro juga tengah menjajaki kemitraan dengan lembaga keuangan internasional yang merupakan bagian dari Bank Dunia guna memperkuat praktik profesional dan memastikan program yang dijalankan benar-benar berdampak.
Secara khusus, kerja sama dengan Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) UKDW mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, penyelenggaraan seminar dan pelatihan, program magang, serta pertukaran informasi pendukung pengembangan kapasitas.
Dekan FAD UKDW, Dr. Imelda Irmawati Damanik, S.T., M.A.(UD), menjelaskan bahwa kolaborasi ini membuka peluang pemanfaatan inovasi desain kampus bagi pelaku UMKM, salah satunya berupa tenda lipat praktis untuk pedagang kaki lima yang telah memiliki hak paten.
“Inovasi ini kami rancang untuk menjawab kebutuhan pedagang kaki lima, khususnya terkait keterbatasan peralatan usaha. Tenda dirancang agar mudah dirangkai, kokoh, dan praktis digunakan,” ujarnya.
Selain itu, FAD juga mengembangkan desain toko oleh-oleh yang dapat diterapkan pada berbagai skala usaha. Melalui kerja sama ini, dosen dan mahasiswa, khususnya mahasiswa program magister, diharapkan dapat terlibat dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta program magang berbasis kebutuhan riil UMKM.
Melalui kemitraan ini, UKDW dan INAmikro berkomitmen membangun kolaborasi jangka panjang untuk mendorong UMKM naik kelas, memperluas kesempatan belajar dan magang bagi mahasiswa, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan ekonomi masyarakat. [mpk]







