
UKDW Hadirkan Lo Kheng Hong dan OJK dalam Seminar Investasi Digital dan Berkelanjutan

Dalam rangka Dies Natalis ke-40, Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Studium Generale: Financial Digital Transformation in Sustainability Era: Smart and Wise Investment Strategies”, pada Sabtu, 20 September 2025, di Auditorium Koinonia UKDW.
Seminar ini menghadirkan investor senior Lo Kheng Hong sebagai keynote speaker, serta dua perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa UKDW, investor pemula, hingga masyarakat umum yang ingin mendalami dunia investasi saham dan keuangan berkelanjutan.
Seminar dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Informasi, Dr. Parmonangan Manurung, yang menekankan pentingnya menjadi investor yang bijak dan tidak mudah tergoda tren sesaat. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak berinvestasi karena FOMO (Fear of Missing Out), tetapi karena pemahaman yang matang dan analisis fundamental.
Sementara itu, Dekan Fakultas Bisnis, Dr. Perminas Pangeran, menyampaikan bahwa seminar ini rutin digelar karena relevansinya dengan tantangan keuangan modern. Ia mengapresiasi kehadiran Lo Kheng Hong yang konsisten membagikan ilmu investasi secara praktis dan inspiratif.
Pada sesi pertama, OJK melalui Kadek Anom Adiguna dan Arif Hari Wibowo membahas perlindungan konsumen jasa keuangan serta pentingnya literasi pasar modal.
Kadek menjelaskan bahwa inflasi dapat menggerus nilai uang, sehingga investasi menjadi solusi penting untuk mempertahankan daya beli. Ia juga menyoroti pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan serta membangun passive income sejak dini melalui instrumen legal seperti pasar modal.
Sementara itu, Arif memperkenalkan konsep pasar modal syariah, yang sesuai dengan prinsip bebas riba dan spekulasi. Ia menekankan prinsip “2L” — Legal dan Logis — dalam memilih investasi. Tawaran yang tidak logis dan tanpa izin resmi, menurutnya, adalah indikasi investasi bodong.
OJK juga mengingatkan peserta untuk waspada terhadap judi online dan berbagai modus kejahatan digital, serta memperkenalkan platform Satgas PASTI sebagai kanal pelaporan dan informasi entitas ilegal.
Pada sesi kedua, Lo Kheng Hong, yang dijuluki Warren Buffett Indonesia, membagikan kisah suksesnya selama lebih dari 36 tahun berinvestasi di Bursa Efek Indonesia.
Lo menekankan pentingnya hidup hemat, berinvestasi jangka panjang, serta rutin membaca laporan keuangan perusahaan. Meskipun bukan lulusan ekonomi — ia menempuh studi di jurusan sastra — Lo membuktikan bahwa siapa pun bisa sukses di pasar modal jika tekun belajar.
Menurutnya, saat pasar saham melemah, justru menjadi momentum emas untuk membeli. Ia juga mengajak peserta memperhatikan aspek sustainability dalam memilih perusahaan, karena tren global kini mendukung bisnis ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ia membagikan lima tips memilih saham:
- Perhatikan integritas pimpinan perusahaan.
- Amati ketertarikan investor besar.
- Pilih perusahaan dengan laba yang terus bertumbuh.
- Cari saham undervalued.
- Prioritaskan yang memiliki dividen yield tinggi.
“Untuk menjadi investor yang smart dan wise, kita harus berusaha, berdoa, dan terus belajar,” tutupnya. [jonathan]



